Sebagian orang menganggap ikan lele menjijikkan, karena bentunknya panjang, berlendir, berkumis dan habitatnya di air keruh atau berlumpur.
Tetapi jika diolah dengan tepat, ikan lele bisa menjadi makanan lezat serta memiliki kandungan gizi yang tinggi.
Pusat pengolahan aneka makanan dari bahan dasar ikan lele ini bisa dijumpai di Wisata Edukasi Kampung Lele Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Di tangan Mariani, ikan lele diolah menjadi sate lele, sempol lele, bakso lele, crispy lele, lele terbang, stick lele dan nugget lele.
Berawal dari usaha budidaya lele, pria paruh ini mencoba memasarkan lele dalam bentuk olahan. Dia sadar, tidak semua orang menyukai ikan lele, karena habit hidupnya di air berlumpur.
"Tidak semua orang menyukai ikan lele. Oleh karena itu saya berfikir bagaimana orang bisa suka mengkonsumsi ikan lele. Akhirnya kami olah menjadi makanan dari bahan dasar ikan lele," kata Mariani.
Lulusan teknik ini mengaku, usahanya diawali dari budidaya ikan lele. Ada beberapa kolam untuk mengembangkan ikan air tawar ini. Tetapi dalam perjalanan, usahanya bangkrut karena sulit dalam memasarkan.
Mariani panen besar. Stok ikan lele miliknya berlimpah sementara peminatnya tidak ada. Akhirnya harga ikan lele pun anjlok dan dia merugi.
"Saya bingung memasarkan ikan lele. Pedagang dari mana-mana tidak bersedia menerima. Akhirnya saya terpaksa menjual dengan harga murah, dan itu tidak sebanding dengan biaya operasional," bebernya.
Dari kegagalan itu, Mariani kemudian mulai menjual ikan lele dalam bentuk olahan. Semula dia hanya mengolah lele menjadi sate yang dijual keliling. Seiring bertambahnya peminat olahan ini, emudian ia dia berinovasi dengan memperbanyak jenis makanan dari olahan lele.
Kemampuannya memasak ini didapat secara otodidak dari dari percobaan yang berulang kali hingga menemukan komposisi resep yang pas. "Semua ini saya kerjakan secara otodidak. Kami beberapa kali mencoba, akhirnya mendapatkan kompisisi resep yang sesuai," jelasnya.
Mariani kemudian membangun Wisata Edukasi Kampung Lele yang berada tidak jauh dari rumahnya. Disini pelanggan tak hanya sekedar menikmati olahan lele saja, tetapi juga bisa belajar tentang budidaya dan cara memasak ikan lele yang tepat.
Tempat ini cocok untuk pelajar dan juga mahasiswa yang ingin melaksanakan praktek penelitian tentang ikan lele. Selain warung kuliner juga ada wahana bermain untuk anak-anak serta kolam renang.
Tempat makan yang didesain gazebo kecil-kecil. Pengunjung dapat menikmati olahan lele dengan nuasa alam yang sangat alami, dan angin yang berdesis. Kini omset penjualan aneka olahan lele milik Mariani sudah mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta perhari.
Sementara pada hari libur bisa menembus Rp 5 juta sehari. Pelanggannya berasal dari Kediri dan jga daerah sekitar mulai Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan juga Nganjuk. Harga olahan ini dibandrol mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 17 ribu untuk tiap satu porsinya . Ikan lele yang diolah wisata kampung lele ini, dipilih dari jenis ikan lele biasa, namun berbobot antara 2 hingga 3 kilogram. Ikan ini biasanya dipelihara kurang lebih 1 tahun.
Setelah diangkat dari kolam, ikan kemudian dibersihkan menggunakan air mengalir dan diambil dagingnya saja atau istilahnya palet.
Daging ikan lele lalu diolah, ada yang langsung ditusuk menjadi sate atau diiris tipis-tipis dicampur tepung terigu menjadi crispry lele, ada yang digiling menjadi bakso, dan sempol, ada juga yang digoreng biasa menjadi lele terbang.
SUMBER : KUMPARAN